Apakah Sama Tabaruk Kepada Nabi dan Kiai?

Tabaruk adalah tradisi makan bersama masyarakat Islam setelah selesai melakukan ibadah. Biasanya, tabaruk dilakukan pada acara-acara penting seperti pernikahan, khitanan, atau saat berkunjung ke makam para wali.

Namun, seringkali muncul pertanyaan mengenai tabaruk kepada nabi dan kiai. Apakah sama? Apakah ada perbedaan antara keduanya?

Tabaruk kepada Nabi

Tabaruk kepada Nabi Muhammad SAW memang telah dilakukan pada masa kehidupannya. Saat itu, para sahabat seringkali meminta Nabi untuk memberikan makanan atau minuman yang disentuh oleh Nabi.

Mereka percaya bahwa makanan atau minuman yang disentuh oleh Nabi memiliki keberkahan dan dapat menyembuhkan penyakit. Namun, Nabi sendiri tidak pernah menyuruh atau mengajarkan untuk melakukan tabaruk kepada dirinya.

Tabaruk kepada Kiai

Sedangkan, tabaruk kepada kiai atau ulama seringkali menjadi kontroversi di masyarakat. Beberapa orang meyakini bahwa kiai memiliki keberkahan dan dapat memberikan manfaat khusus jika makan bersama atau meminta makanan dari mereka.

Namun, pendapat ini tidak didukung oleh ulama atau ahli agama. Mereka menilai bahwa melakukan tabaruk kepada kiai sama saja dengan meminta berkah dari selain Allah. Sebab, hanya Allah yang memiliki kekuasaan untuk memberikan keberkahan dan manfaat.

Perbedaan Tabaruk kepada Nabi dan Kiai

Perbedaan utama antara tabaruk kepada Nabi dan kiai terletak pada sumber keberkahan yang diberikan. Nabi Muhammad SAW adalah rasul Allah yang memiliki keberkahan dan kekuasaan dari Allah. Sedangkan kiai hanyalah manusia biasa yang tidak memiliki kekuasaan khusus.

Oleh karena itu, melakukan tabaruk kepada Nabi tidaklah sama dengan melakukan tabaruk kepada kiai. Sebab, makanan atau minuman yang disentuh oleh Nabi memiliki keberkahan yang datang dari Allah. Sedangkan makanan atau minuman yang disentuh oleh kiai tidak memiliki keberkahan khusus.

Kesimpulan

Secara keseluruhan, melakukan tabaruk kepada Nabi dan kiai memiliki perbedaan yang signifikan. Tabaruk kepada Nabi dilakukan karena keberkahan dan kekuasaan yang dimilikinya dari Allah. Sedangkan tabaruk kepada kiai tidak memiliki dasar agama dan tidak memiliki keberkahan khusus.

Sebagai muslim, kita sebaiknya menghindari praktik-praktik yang tidak memiliki dasar agama atau bertentangan dengan ajaran Islam. Sebab, hanya dengan mengikuti ajaran Islam secara benar kita dapat mendapatkan keberkahan dan manfaat dari Allah SWT.