Biografi Ashim bin Abi al-Najud, Imam Qira’at yang Sangat

Ashim bin Abi al-Najud merupakan salah satu imam qira’at yang sangat terkenal. Ia dilahirkan di kota Makkah pada tahun 100 H. Ayahnya, Abi al-Najud, juga merupakan seorang qari yang terkenal pada masanya. Karena itu, Ashim sudah akrab dengan bacaan Al-Qur’an sejak kecil.

Sejak kecil, Ashim belajar Al-Qur’an dari ayahnya. Ia juga belajar dari banyak guru lainnya. Guru-gurunya yang terkenal antara lain adalah Syu’bah, Abu ‘Amr ibn al-‘Ala’, dan Khalaf. Dari Syu’bah, Ashim belajar bacaan Al-Qur’an yang bersumber dari Ibnu Mas’ud. Dari Abu ‘Amr ibn al-‘Ala’, ia belajar bacaan Al-Qur’an yang bersumber dari Abu Bakr. Sedangkan dari Khalaf, ia belajar bacaan Al-Qur’an yang bersumber dari Utsman.

Prestasi Ashim bin Abi al-Najud

Ashim merupakan salah satu qari yang sangat terkenal pada masanya. Ia memiliki suara yang merdu dan bacaannya sangat fasih. Karena itu, ia sering diundang untuk membacakan Al-Qur’an di berbagai tempat. Bahkan, ia pernah diundang untuk membacakan Al-Qur’an di hadapan khalifah.

Selain itu, Ashim juga dikenal sebagai seorang yang sangat tekun dalam belajar Al-Qur’an. Ia sering mengulang-ulang bacaan Al-Qur’an hingga benar-benar mahir. Karena itu, ia dianggap sebagai salah satu imam qira’at yang sangat terpercaya.

Bacaan Al-Qur’an menurut Ashim bin Abi al-Najud

Bacaan Al-Qur’an yang diajarkan oleh Ashim sangat dihormati dan dianggap sangat penting. Ia berpendapat bahwa bacaan Al-Qur’an harus dilakukan dengan benar dan sesuai dengan kaidah yang telah ditentukan. Ia juga berpendapat bahwa bacaan Al-Qur’an harus dipelajari dengan tekun dan sungguh-sungguh, karena Al-Qur’an adalah kitab suci yang sangat mulia.

Karya Ashim bin Abi al-Najud

Ashim tidak hanya terkenal sebagai seorang qari, tetapi juga sebagai seorang yang produktif dalam menulis. Ia menulis banyak kitab tentang bacaan Al-Qur’an. Kitab-kitabnya yang terkenal antara lain adalah Kitab al-Nashr, Kitab al-Imalah, Kitab al-Isti’adzah, dan Kitab al-Istilah. Kitab-kitab tersebut banyak dipelajari oleh para pengajar Al-Qur’an hingga saat ini.

Kematian Ashim bin Abi al-Najud

Ashim meninggal dunia pada tahun 127 H di kota Makkah. Namun, warisan ilmunya masih tetap hidup hingga kini. Bacaan Al-Qur’an yang diajarkan oleh Ashim masih banyak dipelajari oleh para pengajar Al-Qur’an di seluruh dunia.

Kesimpulan

Ashim bin Abi al-Najud merupakan salah satu imam qira’at yang sangat terkenal. Ia memiliki suara yang merdu dan bacaannya sangat fasih. Ia sangat tekun dalam belajar Al-Qur’an dan dianggap sebagai salah satu imam qira’at yang sangat terpercaya. Karya-karyanya banyak dipelajari oleh para pengajar Al-Qur’an hingga saat ini. Meskipun telah meninggal dunia, warisan ilmunya masih tetap hidup dan menjadi inspirasi bagi para pengajar Al-Qur’an di seluruh dunia.