Jalan Rezeki yang Dikemukakan dalam Al Quran

Al Quran merupakan kitab suci bagi umat Muslim yang berisi petunjuk dan pedoman hidup. Tak hanya membahas tentang ibadah, Al Quran juga membahas tentang cara mencari rejeki atau rizki. Rizki dapat diartikan sebagai segala sesuatu yang diberikan oleh Allah SWT kepada manusia, baik materi maupun non-materi.

Rizki yang Ada pada Diri Manusia

Sebelum membahas jalan rezeki yang disebutkan dalam Al Quran, penting untuk mengetahui bahwa sebenarnya rizki sudah ada pada diri manusia sejak lahir. Setiap manusia telah diberikan potensi dan bakat yang dapat dikembangkan untuk mencari rizki. Allah SWT telah memberikan kemampuan pada manusia untuk berusaha dan bekerja keras.

Mencari Rizki dengan Cara yang Benar

Dalam mencari rizki, Al Quran menyebutkan beberapa cara yang harus dilakukan. Pertama, bekerja keras dan berusaha. Allah SWT berfirman dalam Surat al-Ankabut ayat 17: “Dan apabila dibacakan ayat-ayat Kami kepada mereka yang kafir, mereka berkata kepada orang-orang yang beriman: ‘Manakah di antara kedua belah pihak yang lebih baik tempatnya dan lebih elok persembunyiannya?'”. Ayat ini mengajarkan bahwa berusaha dan bekerja keras adalah jalan untuk mencari rizki.

Kedua, tawakal kepada Allah SWT. Allah SWT berfirman dalam Surat al-Ankabut ayat 59: “Dan orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh, sesungguhnya Kami tidak akan membuang sia-sia pahala orang yang berbuat baik”. Ayat ini mengajarkan bahwa tawakal kepada Allah SWT juga diperlukan dalam mencari rizki. Setelah berusaha dengan maksimal, tawakallah kepada Allah SWT untuk hasil yang terbaik.

Mendapatkan Rizki dari Allah SWT

Al Quran juga menyebutkan bahwa Allah SWT lah yang memberikan rizki kepada manusia. Allah SWT berfirman dalam Surat al-Hijr ayat 20: “Dan Kami tidak menurunkan sesuatu yang ada pada suatu umat, melainkan Kami turunkan dengan pengawasan (Kami sendiri)”. Ayat ini mengajarkan bahwa Allah SWT yang menentukan rizki yang akan diterima manusia.

Namun, tidak semua manusia mendapatkan rizki yang sama. Ada yang kaya, ada yang miskin, ada yang sehat, ada yang sakit, dan sebagainya. Allah SWT memberikan rizki kepada manusia sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan masing-masing. Namun, manusia juga harus berusaha untuk mendapatkan rizki tersebut.

Menjaga dan Memperbanyak Rizki

Setelah mendapatkan rizki, manusia juga harus menjaga dan memperbanyaknya. Al Quran mengajarkan agar manusia tidak boros dalam menggunakan rizki yang telah diberikan. Allah SWT berfirman dalam Surat al-Isra ayat 26-27: “Dan janganlah kamu mengeluarkan tanganmu ke arah (segala yang diberikan) Allah yang kamu peroleh dengan berusaha, karena Allah tidak menyukai orang yang boros. Dan janganlah kamu membuatkan dirimu menjadi sempit (kikir), dan janganlah kamu memperluasnya dengan memboroskan (segala yang ada) padanya, karena sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang boros”.

Selain itu, manusia juga harus memperbanyak amal saleh untuk memperoleh rizki yang berkah. Allah SWT berfirman dalam Surat al-Baqarah ayat 261: “Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir seratus biji. Allah melipat gandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui”.

Kesimpulan

Al Quran memberikan petunjuk tentang jalan rezeki yang harus ditempuh oleh manusia. Manusia harus bekerja keras dan berusaha, tawakal kepada Allah SWT, dan menjaga serta memperbanyak rizki yang telah diberikan. Dengan mengikuti petunjuk yang ada dalam Al Quran, manusia dapat memperoleh rizki yang berkah dan barokah dari Allah SWT.