Siapa Bilang Hubbul Wathan Minal Iman Itu Hadits Nabi?

Hubbul wathan minal iman adalah istilah yang sering kita dengar terkait dengan cinta tanah air atau nasionalisme. Namun, apakah benar hadits Nabi yang mengatakan hal tersebut?

Asal Usul Hubbul Wathan Minal Iman

Sebenarnya, istilah hubbul wathan minal iman tidak terdapat dalam hadits Nabi. Istilah ini berasal dari sebuah syair karya seorang penyair Mesir bernama Sheikh Mustafa Al-Halabi Al-Maliki.

Syair tersebut berbunyi:

حب الوطن من الإيمان ، حب الوطن من الإيمان

Hubbul wathan minal iman, hubbul wathan minal iman

Syair ini kemudian menjadi populer di kalangan umat Islam, terutama di Indonesia, sebagai simbol cinta tanah air.

Hadits Terkait Cinta Tanah Air

Meskipun tidak ada hadits yang secara langsung menyebutkan hubbul wathan minal iman, terdapat beberapa hadits yang berkaitan dengan cinta tanah air.

Salah satu hadits yang sering dikutip adalah hadits riwayat Abu Dawud, bahwa Nabi bersabda:

من أحب أن يزحزح الله عنه النار ويدخل الجنة فليمت باليهودية

Man ahabba an yuzhzhahhira Allahu ‘anhulnnar wa yudkhilla aljannata falyamut bil-Yahudiyyah

Artinya: “Barangsiapa ingin dijauhkan dari api neraka dan masuk surga, hendaklah ia mati dalam keadaan beragama Yahudi (atau Kristen, atau Islam).” Namun, hadits ini seringkali diartikan secara keliru sebagai ajakan untuk meninggalkan agama Islam demi cinta tanah air.

Padahal, sebenarnya hadits ini mengajarkan pentingnya memelihara hubungan baik dengan orang-orang dari agama lain, bukan meninggalkan agama sendiri.

Cinta Tanah Air dalam Islam

Meskipun tidak ada hadits yang secara langsung menyebutkan hubbul wathan minal iman, cinta tanah air sebenarnya dianggap sebagai bagian dari iman dalam Islam. Hal ini karena cinta tanah air bisa membantu memperkuat rasa persatuan dan kebersamaan dalam masyarakat.

Nabi juga mengajarkan pentingnya mencintai tanah air dan memelihara lingkungan. Dalam hadits riwayat Ibnu Majah, Nabi bersabda:

إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ الْبِلَادَ الْمُحَرَّمَةَ، وَيُحِبُّ الْأَنْعَامَ يُؤْكَلُ مِنْهَا الْمَيْتَةُ

Inna Allaha yuhibbu al-bilada al-muharrama, wa yuhibbu al-an’am, yu’kalu minha al-maytatu

Artinya: “Sesungguhnya Allah mencintai kota-kota yang diharamkan (Makkah dan Madinah), dan Allah mencintai hewan ternak. Dimakan dari dagingnya yang halal dan yang haram.”

Dari hadits di atas, dapat disimpulkan bahwa Islam mengajarkan pentingnya mencintai tanah air dan memelihara lingkungan agar tetap lestari dan berkembang.

Kesimpulan

Meskipun istilah hubbul wathan minal iman tidak terdapat dalam hadits Nabi, cinta tanah air sebenarnya dianggap sebagai bagian dari iman dalam Islam. Hal ini karena cinta tanah air bisa membantu memperkuat rasa persatuan dan kebersamaan dalam masyarakat.

Nabi juga mengajarkan pentingnya mencintai tanah air dan memelihara lingkungan, sehingga kita sebagai umat Islam harus memperkuat rasa cinta tanah air tanpa melupakan ajaran agama.