Tiga Siasat Nabi Ibrahim AS dalam Bela Tauhid

Pendahuluan

Tauhid atau kepercayaan pada keesaan Allah SWT adalah ajaran yang paling utama dalam agama Islam. Nabi Ibrahim AS adalah salah satu nabi yang paling gigih dalam membela tauhid. Dalam hidupnya, beliau menggunakan tiga siasat untuk mempertahankan kepercayaan pada keesaan Allah SWT. Apa saja tiga siasat tersebut? Mari kita simak penjelasannya berikut ini.

Siasat Pertama: Mengajak Orang Tua

Nabi Ibrahim AS terlahir dari keluarga yang terdiri dari orang tua yang memeluk agama yang berbeda. Ayahnya, Azar, adalah seorang pemuja berhala, sedangkan ibunya adalah seorang muslimah. Namun, Nabi Ibrahim AS tetap berusaha untuk membujuk ayahnya agar beriman pada Allah SWT.Tidak hanya itu, Nabi Ibrahim AS juga berusaha untuk menyampaikan kepercayaannya pada masyarakat sekitar. Ia seorang yang gigih dalam menyebarkan dakwah dengan cara yang baik dan lemah lembut. Ia menyadari bahwa dakwah yang baik akan lebih mudah diterima oleh masyarakat.

Siasat Kedua: Menghadapi Raja Namrud

Nabi Ibrahim AS juga menghadapi tantangan dari Raja Namrud yang tidak percaya pada keberadaan Allah SWT. Raja Namrud bahkan memerintahkan agar Nabi Ibrahim AS dibakar hidup-hidup jika ia tidak mau meninggalkan kepercayaannya pada Allah SWT.Namun, Nabi Ibrahim AS tidak gentar. Ia tetap teguh pada kepercayaannya dan menghadapi Raja Namrud dengan penuh keberanian. Ia menunjukkan bahwa kepercayaan pada Allah SWT lebih kuat dari ketakutan terhadap manusia.

Siasat Ketiga: Membangun Ka’bah

Nabi Ibrahim AS juga memiliki siasat ketiga dalam mempertahankan tauhid, yaitu dengan membangun Ka’bah di Makkah. Ka’bah adalah bangunan suci yang menjadi kiblat bagi umat Islam di seluruh dunia. Dalam membangun Ka’bah, Nabi Ibrahim AS menunjukkan kebesaran Allah SWT yang tidak bisa disamakan dengan berhala-berhala yang disembah oleh orang-orang pada masa itu.Dengan membangun Ka’bah, Nabi Ibrahim AS juga menunjukkan bahwa kepercayaan pada Allah SWT harus diutamakan di atas segala-galanya. Ia mengajarkan bahwa kepercayaan pada Allah SWT adalah jalan menuju kebahagiaan dan keselamatan di dunia dan akhirat.

Kesimpulan

Nabi Ibrahim AS adalah salah satu nabi yang paling gigih dalam membela tauhid. Dalam hidupnya, ia menggunakan tiga siasat untuk mempertahankan kepercayaan pada keesaan Allah SWT. Siasat pertama adalah mengajak orang tua dan masyarakat sekitar untuk beriman pada Allah SWT. Siasat kedua adalah menghadapi Raja Namrud dengan penuh keberanian. Siasat ketiga adalah membangun Ka’bah di Makkah sebagai bukti kebesaran Allah SWT. Semua siasat ini menunjukkan bahwa kepercayaan pada Allah SWT harus diutamakan di atas segala-galanya.